Showing posts with label NIKMAT SASTRA. Show all posts
Showing posts with label NIKMAT SASTRA. Show all posts

Sunday, September 15, 2024

Tuesday, August 19, 2014

SYAIR SUNAN MURIA





Inilah sebuah kisah nyata
Dari kisah sunan muria
Semoga teman semua suka
Untuk membaca semua kisahnya

Muria putra sunan kalijaga
Ibunya bernama dewi sara
Istrinya bernama dewi sujiana
Disebut juga keturunan thionghoa

Raden umar nama kecilnya
Disebut dengan sunan muria
Karena wilayah syiar islamnya
Berada di lingkungan gunung muria

Saat sedang asyik bercerita
Di suatu ruang padepokannya
Raden umar didatangi pemuda
Yang mengaku sebagai anaknya

Raden umar tidak mengakuinya
Dia minta raden umar mengakuinya
Sebelum raden umar mengakuinya
Raden umar member syarat untuknya

Dia adalah kebo anarang
Dia harus memindah gerbang
Dalam usaha mengambil gerbang
Perjalanannya itu tidak gampang


Tidak ada yang meragukan sunan muria
Saat ia sedang bercerita
Menggunakan moderat itu gayanya
Yang mengikuti sunan kalijaga

Sunan muria juga bercerita
Melalui berbagai kesenian jawa
Mencipta macapat, lagu jawa
Sinom,kinanthi, karya sunan muria

Sunan muria lebih suka
Berdakwah pada rakyat jelata
Di lereng-lereng gunung muria
Plosok pati sampai pesisir utara


Masa kesultanan Demak Bintara
Tempat buruh dikadipaten jepara
Mungkin jepara itu kota tua
Lebih tua dari demak bintara

Sebagai kota tempat pelabuhan
Dengan teluk yang aman
Sebagai suatu tempat penjualan
Dari seberang kota pelabuhan

Sukarnya hubungan dengan pelosokla
Menjadi sebab jatuhnya jepara
Semarang yang telah menggantikannya
Dari jatuhnya kota jepara

Kekalahan melawan selat malaka
Adipati yunus , kadipaten jepara
Nyaris dihancurkan malaka
Tapi lautnya tidak binasa

Kisah-kisah yang bersifat sejara
Tentang jepara dalam kisah jawa
Dimulai berdiri Kalinyamat kota
Yang mendirikan itu orang cina

Demikian cerita syair dari saya
Semoga teman semua suka
Tidak bosan untuk membacanya
Semoga bermanfaat bagi kita

Nama        : Rissa Novia Sari
Kelas         : IX A / 26
SMPN 1 KARANGGENENG

Sunday, August 17, 2014

CONTOH SYAIR


KISAH NABI ISMAIL AS

Inilah syair dari saya
Yang mengangkat sebuah cerita nyata.
Cerita pada zaman dahulu kala.
Kisah Nabi Ismail itu judulnya.

          Nabi Ibrahim nama ayahnya.
          Siti Hajar nama ibunya.
          Ismail adalah putra kedua.
          Yang amat dicintai orang tuanya.

Pada saat itu juga.
Perintah Allah datang padanya.
Lewat mimpi dalam tidurnya.
Menyembelih ismail putra kandungnya.

          Ketika terbangun dari tidurnya.
          Berdebarlah hati ayahnya.
          Ujian ini diluar nalarnya.
          Tapi Allah lah yang menghendakinya.

Keraguan menyelmuti hatinya.
Dalam hati ia bertanya- tanya.
Apakah aku sanggup melakukanya.
Menyembelih putraku yang aku cinta.

          Dalam hati ayahnya tak tega.
          Menyembelih anak tercinta.
          Tapi apalah daya.
          Ayahnya tetap harus melakukanya.

Hajar tampak sedih hatinya.
Mendengar pengakuan dari suaminya.
Menyerahkan Ismail putranya.
Untuk disembelih rasanya tak tega.

          Ismail tampak ikhlas menjalaninya.
          Amat pasrah dalam benaknya.
          Begitu tabah dalam hatinya
          Menerima perintah Allah Ta’lah.

Ismail ikhlas menerima semua.
Karena dia lebih cinta.
Pada Tuhan Yang Maha Esa.
Melebihi suatu apapun juga.

          Iblis berusaha menghalanginya.
          Dengan segala daya upaya.
          Berbagai godaan tiada hentinya.
          Tetapi Ibrahim tetap kuat imannya.

Nabi Ibrahim dengan hati dilema.
Mengajak Ismail putra kandungnya.
Pergi ke bukit jauh dimata.
Hanya mereka berdua di sana .

          Kain putih menutup wajah putranya.
          Pedang kini telah disiapkanya.
          Saat pedang menempel leher putranya.
          Subhanallah, Allah menggantinya domba.

Hati Ibrahim begitu gembira.
Karena Allah masih cinta.
Kepada Ismail putra tercinta.
Dan juga pada dirinya.

          Mulai saat itu juga.
          Umat Islam seluruh dunia.
          Selalu memperingatinya.
          Sebagai  hari raya Idul Adha.

 Ibrahim mendapat perintah.
Untuk mendirikan Ka’bah.
Yang akan digunakan untuk ibadah.
Seluruh tamu-tamu Allah.

          Ibrahim memberi tahu putranya.
          Mereka membangun Ka’bah berdua.
          Mengangkut batu, pasir serta lainnya.
          Dengan tenaga yang ada padanya.

Bangunan itu selesai juga.
Allah mengajarkan kepada mereka.
Tata cara untuk beribada.
Menyembah Allah Tuhan Maha Esa.

          Itulah tadi syair dari saya.
Semoga berkenan di hati anda.
Menjadi panutan untuk anda.
Menjalani hidup penuh taqwa.

NAMA                  : AYU RAHMAWATI
NO. ABSEN         : 08
KELAS                 : IX A
SMPN 1 KARANGGENENG LAMONGAN